Jumat, 01 Juli 2016

The Imitation Game Review: How all these cipher machine works?

Standard



The Imitation Game merupakan sebuah film yang menceritakan tentang kehidupan seorang pencetus computer Alan Turing. Cerita dengan latar waktu Perang Dunia II ini diawali dengan bergabungnya Alan Turing dalam tim kriptologis (pemecah sandi kode) yang mengemban misi memecahkan kode enigma milik Nazi Jerman di UK Government Code and Cipher School , Bletchey Park, Inggris. Alan Turing kemudian membuat Bombe Turing Machine sebagai alat pemecah sandi yang ditransmisikan oleh enigma.


Sekilas tentang Enigma

Enigma merupakan mesin rotor elektromekanis yang digunakan untuk mentransmisikan pesan rahasia yang dikembangkan oleh Jerman pada tahun 1920an. Enigma dikenal sebagai mesin transmisi sandi dengan tingkat enkripsi yang tinggi pada masanya. Hal ini dikarenakan perubahan berulang jalur listrik sambungan kabel dari keyboard ke panel lampu dengan menerapkan substitusi huruf yang diinput dengan beberapa huruf acak yang akan mengubah sebuah pesan menjadi sandi dan sebaliknya. Keyboard yang terdiri dari 26  huruf alphabet, panel lampu yang terdiri dari 26 huruf juga, 3 rotor, steker (plugboard), dan reflector.



Enigma pada masanya dianggap sebagai mesin tranmisi sandi yang tidak akan pernah bisa terpecahkan dikarenakan kompleksitas enkripsi pesan yang dilakukan mesin ini melalui 9 tahap pengacakan yang akan memunculkan huruf sandi yang jauh dari huruf sebenarnya. 




Bagaimana kinerja ‘’Bombe’’ itu sendiri?

Bombe merupakan mesin rotor elektromekanis yang bekerja berbanding terbalik dengan enigma. Dengan 159,000,000,000,000,000,000 kemungkinan pemecahan kode sandi menjadikan Bombe menerapkan perhitungan permutasi untuk menginterpretasikan substitusi acak yang dilakukan oleh plugboard. Terdiri dari 36 drum dengan formasi 12x3, 3 sebagai interpretasi dari 3 rotor pada enigma setiap drum mempunyai 4x26 plat penghantar arus untuk merepresentasikan 1 rotor enigma yang terdiri dari 26 seting alphabet. Lalu bagaimana mekanisme kerja Bombe sehingga dapat memecahkan sandi yang ditransmisikan enigma?
Selengkapnya dapat dilihat di review film the imitation game pada channel youtube saya terima kasih.

Disusun untuk memenuhi tugas paper XVI
Rianti Nurindah Kuwais
17515678
1PA14  

Kamis, 30 Juni 2016

Pengaruh Hormonal pada Siklus Reproduksi pada Wanita

Standard



A.    Pramenstrual
Pre Menstrual Syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental yang dialami 7-10 hari menjelang menstruasi dan menghilang beberapa hari setelah menstruasi. Beberapa teori tentang hormonal menyebutkan penyebab PMS dikarenakan ketidakseimbangan antara hormone estrogen dan progesterone. Gejala PMS seperti perubahan emosi yang lebih sensitive dan perubahan kondisi fisik seperti nyeri pada payudara, pusing, cepat lelah, atau kembung. Pada masa ini korpus luteum akan berdegenerasi dan berhenti memproduksi progesterone. Dengan menurunnya kadar progesterone dan estrogen karena tidak terjadinya pembuahan akan meluruhkan lapisan endometrium (dinding rahim) hingga menjadi darah menstruasi.
B.     Menstruasi
Menstruasi merupakan peristiwa luruhnya lapisan endometrium karena tidak adanya pembuahan sel telur. Siklus menstruasi tiap wanita berbeda-beda antara 22-35 hari, namun rata-rata selama 28 hari. Rasa sakit yang terjadi pada hari pertama menstruasi disebabkan kontraksi otot-otot endometrium guna mendorong dan mengeluarkan lapisan endometrium agar luruh menjdai darah menstruasi. Luruhnya lapisan endometriu dikarenakan kadar estrogen dan progesterone menurun. Pada fase ini FSH sedikit meningkat dan memicu berkembangnya folikel dalam ovarium. Dari beberapa folikel yang berkembang hanya satu yang akan terus berkembang dan akan memproduksi estrogen. Jadi saat awal menstruasi kadar estrogen rendah karena folikelnya ikut luruh bersama lapisan endometrium namun akan meningkat seiring berkembangnya folikel.

C.    Ovulasi (Kehamilan)
Pada masa praovulasi (sebelum pembuahan), endometrium yang luruh akan mulai menebal lagi, saat lapisan endometrium mulai menebal walau masih tipis, saat ini akan memudahkan sperma masuk ke dalam rahim. Masa ovulasi (pembuahan) tiap wanita berbeda-beda ada yang mengatakan kalau saat 14 hari sejak siklus pertama tapi hal tersebut tidak dapat menjadi acuan karena siklus menstruasi tiap wanita berbeda-beda.

D.    Menopause
Menopause adalah penghentian permanen menstruasi dan reproduksi wanita. Saat menopause produksi hormone estrogen menurun dikarenakan folikel/sel telur habis di dalam ovarium. Penurunan hormone estrogen memunculkan berbagai gejala pada masa menopause. Penurunan hormone progesterone secara bertahap dan produksi folikel dalm ovarium menurun sehingga tidak bisa dibuahi lagi menyebabkan siklus mestruasi terhenti dan tidak bisa hamil lagi.




Berikut beberapa hormone reproduksi wanita beserta kegunaannya:


·         Estrogen
Hormon yang diproduksi pada ovarium ini sangat berperan di dalam tubuh, terutama pada ovulasi dalam siklus reproduksi wanita. Hormon ini juga berperan pada perubahan tubuh remaja dalam masa pubertas serta terlibat dalam pembentukan kembali lapisan rahim setelah periode menstruasi.

·         Progesteron
Hormon ini bekerjasama dengan estrogen guna menjaga siklus reproduksi dan menjaga kehamilan. Sama dengan estrogen, progesteron juga diproduksi di ovarium dan berperan dalam penebalan dinding rahim.

·         GnRH (Hormon pelepas gonadotropin) 
Diproduksi oleh otak, hormon ini membantu memberikan rangsangan pada tubuh untuk menghasilkan hormon perangsang folikel dan hormon pelutein.

·         LH (Hormon Pelutein) 
Sel telur dan proses ovulasi dihasilkan oleh ovarium berkat rangsangan dari hormon ini.

·         FSH (Hormon perangsang folikel) 
Hormon ini membantu sel telur di dalam ovarium matang dan siap untuk dilepaskan. Hormon ini diproduksi di kelenjar pituitari pada bagian bawah otak.


Disusun untuk memenuhi tugas Paper XV
Rianti Nurindah Kuwais
17515678
1PA14

Selasa, 28 Juni 2016

Kulit sebagai Indera Peraba

Standard




Kulit sebagai indera peraba yang dapat merasakan gerakan mekanik (mekanoreseptor), suhu (thermoreseptor), dan rasa nyeri, semua stimulasi taktil yang dipersepsi oleh tubuh dikarenakan adanya berbagai macam reseptor di dalam kulit kita seperti corpus pacini (tekanan), corpus rufini (panas), end krause (dingin), corpus meisner & merkel disc (sentuhan), dalam mendeteksi gerakan mekanik atau mekanoreseptor dan kinestetic melibatkan reseptor pacini, merkel disc, meisner dan rufini membentuk persepsi haptic. 



Persepsi haptic merupakan persepsi dalam mengenali dan meraba objek, menyeimbangkan postur tubuh, merasakan tekstur makanan, memperkirakan berat benda d.s.b.  Dari keempat mekanoreseptor tersebut meisner dan rufini merupakan reseptor yang paling cepat beradaptasi sedangkan merkel dan pacini yang agak lambat beradaptasi. Stimulus corpus rufini didapat dari peregangan lapisan penyelubungnya sehingga stimulus terus dihantarkan sampai tidak lagi meregang. Sedangkan pada corpus pacini stimulus didapat dari getaran yang menggerakkan reseptor seperti tombol “on” “off”.
Selain itu kulit juga dapat mendeteksi suhu (thermoreseptor), dengan corpus end krause sebagai reseptornya yang terletak hanya disebagian tempat seperti konjungtiva mata, dinding mukosa bibir dan lidah, dan terdapat pula di alat genital manusia. Bila saraf disuatu bagian kulit dipanasi atau didinginkan akan timbul potensial aksi, bila suhu reseptor lebih rendah dari dendrit maka akan timbul potensial generator sehingga menyebabkan rasa dingin, sebaliknya jika suhu reseptor lebih tinggi dari dendrit maka akan terasa panas.



Dalam persepsi haptic hal yang memengaruhi diantaranya pertama dari segi objek: kelengkungan, lekukan, bentuk, ukuran, panjang, lebar dari segi spatial: kedekatan dan kemiripan, serta pengulangan yang sesuai. Walau tanpa melihat objek, individu dapat mengenali objek dengan mata tertutup dikarenakan proses persepsi haptic dan persepsi visual di dalam otak sama-sama aktif pada bagian otak yang sama untuk membentuk suatu persepsi benda, yaitu di bagian lobus parietal dan lobus oksipital, sehingga tanpa melihat pun orang buta dapat mengetahui bentuk-bentuk benda. Namun jika primary somatosensory cortex-nya bermasalah maka penderita akan sulit mengidentifikasi bentuk yang dipegang olehnya.



Disusun untuk memenuhi tugas paper 14
Rianti Nurindah Kuwais
17515678
1PA14

Percobaan Pendengaran dengan Tes Rinne dan Weber

Standard

      Saraf kranial VIII (saraf akustikus/vestibulokoklearis) mempunyai dua komponen, yaitu koklea untuk pendengaran dan vestibula yang berperan dalam keseimbangan. Agar bunyi dapat didengar, bunyi harus ditransmisikan ke koklea. Transmisi ini terjadi dengan cara meningkatkan getaran di ossicle (maleus, incus, stapes) di telinga bagian tengah, melalui koklea, terjadi kompresi rongga telinga bagian dalam sehingga merangsang serabut pendengaran dari organ korti untuk meneruskannya ke inti koklea di pons kemudian diproses di lobus temporalis. Koklea dapat menangkap rangsangan bunyi dikarenakan adanya perambatan bunyi. Untuk setiap gelombang bunyi memiliki kecepatan rambat bunyi yang berbeda-beda. Kecepatan rambat bunyi ini tergantung pada frekuensi bunyi, semakin besar frekuensi, semakin besar pula efek yang dirasakan koklea, dan semakin kecil kecepatan rambat bunyi. Cepat rambat bunyi di udara ± 343 m/s menyebabkan bunyi lebih cepat merambat diudara, jika bunyi merambat di media padat maka ada kemungkinan media tersebut dapat meredam bunyi dikarenakan adanya rapat massa benda.





Normalnya, bunyi ditransmisikan ke koklea melalui udara di luar telinga hingga ke tulang stapes (sanggurdi) proses penghantaran ini disebut konduksi melalui udara (aerotymponal). Getaran yang merambat melalui tulang tengkorak juga dapat didengar, fenomena ini disebut dengan konduksi melalui tulang (craniotymponal). Dalam hal ini, untuk mengetes kemampuan pendengaran seseorang dapat dilakukan tes Rinne dengan menggunakan garputala c 2048 dipakai untuk memeriksa ketajaman pendengaran terhadap nada tinggi, dikarenakan pada orang tua dan tuli persepsi akan kehilangan pendengaran terhadap nada tinggi. Penurunan pendengaran pada usia muda dapat mengindikasikan adanya infeksi, trauma atau otosklerosis sangat jarang akibat lesi batang otak, talamus, atau kortikal. Sedangkan pada orang tua bisa disebabkan penyakit vaskuler (masalah di pembuluh darah) dan pada semua usia bisa disebabkan  intoksifikasi obat-obatan.



Disusun untuk memenuhi tugas paper 13
Rianti Nurindah Kuwais
17515678
1PA14

Sabtu, 04 Juni 2016

Perpustakaan Nasional

Standard
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jika sebelumnya saya telah mereview perjalanan ke PP IPTEK TMII sekarang saya akan mereview Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Latar belakang penulisan ini tidak jauh beda dengan yang sebelumnya yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar.

Jadi letak Perpusnas ini  tepatnya di Jl. Salemba Raya dekat Kampus C Gunadarma tapi kayak disebrangnya gitu, tapi kalau naik angkutan jangan lupa ambil jalur yang ke Salemba Carolus ya bukan Salemba UI. Kalau naik KRL bisa turun di Stasiun Cikini nyebrang lanjut naik Kopaja 502 jurusan kampung melayu-tanah abang. Nah kalau mau ke Perpusnas ini harus pagi ya soalnya takut kena macet dan takut Perpusnasnya tutup jadi jangan sampe gara-gara kesiangan udah jauh-jauh gabisa baca buku kan sayang~~.

Tampak depan Perpusnas yang besar banget gedungnya nah pas awal masuk agak bingung gitu jadi memang disini ada 4 gedung *katanya* tapi letak perpusnya di gedung C.

 


Pertama kali masuk ke dalam kita akan disambut oleh replika buku yang besar banget, nah sebelum memasuki perpusnas kami harus mendaftar keanggotaan dulu,pertama itu daftar online gitu kalau sudah nanti bakalan dipanggil buat foto, pembuatan kartu keanggotaannya itu ga dipunggut biaya alias gratis, nah setelah kartu keanggotaan udah ditangan baru deh kita bisa baca buku di perpustakaan yang letaknya di lantai 2.




Tapi sebelum baca buku harus mengisi buku tamu dulu dan menitipkan tas dan bawaan ke loker dengan jaminan KTM.





Karena Perpusnas Salemba ini sistemnya perpustakaan online jadi sebelum membaca buku kita harus melihat katalog buku di komputer untuk membookingnya. Yang tertera di katalog buku online itu ada jenis bahan (gatau jenis bahan apa hehehe), cover buku, judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, nomer panggil, dan letak buku tersebut ada di lantai berapa dan jumlah item bukunya ada berapa. Jika sudah selesai membooking buku kita diminta untuk menuliskan judul, pengarang, tahun terbit, nama kita, nomer keanggotaan, dan nomer panggil yang tadi ada di komputer.





Di ruang membaca itu suasananya khidmat gitu jadi usahakan untuk tidak berisik yaa, kita bisa membaca buku di beberapa meja dan kursi yang ditata berada di tengah ruangan, ruangannya nyaman jadi enak buat baca-baca buku sambil ngadem hehehe