Tampilkan postingan dengan label Matdas dan Ilmu Alamiah Dasar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Matdas dan Ilmu Alamiah Dasar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 10 November 2016

Psikologi Ketertarikan Interpersonal dalam Internet dan Computer Supported Cooperative Work

Standard
Psikologi Ketertarikan Interpersonal dalam Internet

Ketertarikan interpersonal dalam internet, tidak terlepas dari aspek manusia, computer, dan jaringan internet. Komputer sebagai media komunikasi yang terintegrasi dengan jaringan internet akan memermudah komunikasi jarak jauh antar individu walau terpisah jarak yang cukup jauh, dan menciptakan keakraban virtual yang berbeda jauh dengan keakraban dalam kehidupan nyata sehari-hari. Ketika berjumpa melalui internet, ketertarikan berkembang melalui kualitas percakapan, sedangkan mereka yang berjumpa secara langsung dengan tatap muka ketertarikannya lebih tergantung pada daya tarik fisik (Mc Kenna, Green, & Gleason, 2002). Jika kita bertemu dengan orang baru secara langsung bertatap muka kita akan melihat penampilan fisiknya. Sebaliknya, ketika bertemu di dunia virtual online, mereka dapat menyembunyikan penampilannya dan ciri lain yang mungkin menurunkan daya tariknya, seperti rasa gugup saat berada dalam situasi sosial. Anonimitas internet dapat memudahkan orang untuk mengungkapkan informasi personalnya. Sebagai akibatnya, individu mungkin merasa bahwa mereka lebih mampu mengekspresikan aspek-aspek penting dari diri riil mereka saat berinteraksi melalui internet. Katelyn McKenna dan rekannya (2002) memperkirakan bahwa orang mungkin menjalin persahabatan awal dengan cepat secara virtual online ketimbang melalui tatap muka.
Melalui internet orang dapat melakukan komunikasi dengan orang lain atau bahkan dengan beberapa komunitas sekaligus, chatting online dengan fasilitas beberapa room yang tersedia memungkinkan seseorang dapat berkomunikasi secara bersama, atau beberapa komunitas social virtual (social networking) seperti Friendster, MySpace, Facebook, atau Twitter memberikan kesempatan bagi setiap orang untuk mengekspresikan dirinya ke depan publik. Beberapa individu lebih merasa dirinya nyaman bila bertemu dengan teman di dunia maya dibandingkan teman dalam dunia nyata. Sehingga individu akan ketagihan untuk terus chatting sebagai cara menjalin hubungan dengan orang lain secara virtual. Kecanduan ini secara bertahap akan membuat individu tersebut lebih mementingkan orang yang ia kenal melalui dunia virtual online dibandingkan dalam kehidupan nyata. Berdasarkan beberapa penelitian menyebutkan bahwa sebagian besar individu yang terlibat dalam komunikasi cyberspace (seperti; mailing list, diskusi group, forum, chat rooms, bulletin boards, dsb) memperoleh pengalaman-pengalaman yang menguntungkan dalam hubungan sosial, akan tetapi tidak berlanjut pada kontak sosial yang nyata. Minimnya komunikasi verbal, dimana individu mencoba memahami teks-teks kalimat yang muncul membuat kondisi tersebut menjadi sebuah tantangan yang menarik bagi pengguna internet (Huang, 1996). Sebuah hubungan interpersonal didasarkan pada tingkat pemahaman teks-teks (kalimat) menjadi daya tarik sendiri bagi beberapa orang, tidak perlu takut dalam mengungkapkan argumentasi, malu dan merasa bebas dalam mengekspresi dirinya dimana pada kenyataan sehari-hari dalam dunia nyata adalah hal yang sulit mengungkapkan perilaku tersebut pada orang asing yang baru kita kenal.
Dalam beberapa hal, beberapa individu juga cenderung untuk menutup dirinya dan bersikap bohong, dimana kata-kata teks yang diungkapkan tidak sesuai dengan perilakunya dalam keseharian, kejadian ini akan terus berlanjut selama komunikasi di internet terus dilakukannya. Teks juga hanya memberikan pemahaman yang tidak memadai dalam memahami sebuah kondisi emosional, kesalahan dalam interpretasi sering terjadi dibandingkan dengan kondisi nyata (real life). Kondisi-kondisi ini akan menjadi tantangan bagi pengguna internet untuk terus melibatkan dirinya secara virtual online lebih mendalam.


Hambatan Psikologi dalam Interpersonal online-relation.

Kekurangan  dan Hambatan
a. Antara kedua orang tersebut kurang bahkan tidak merasakan kedekatan emosional karena tidak melihat wujud fisik dari lawan bicaranya
b. Tidak dapat melihat komunikasi non verbal yang diberikan komunikator kepada komunikannya padahal komunikasi non verbal itu penting dalam melakukan komunikasi agar terbentuk mutual understanding antara keduanya.
c.Begitu juga dalam penggunaan internet, biaya yang dikeluarkan lebih banyak daripada berkomunikasi dengan telepon karena harus mempunyai perangkat PC atau laptop beserta dengan jaringan telepon yang disambungkan untuk mengakses internet itu sendiri, kalaupun tidak menggunakan PC atau leptop sendiri maka akan mengeluarkan biaya untuk ke warnet untuk mengakses internet. Kemudian jika menggunakan media internet dalam melakukan komunikasi bermedia maka diperlukan keahlian khusus dalam mengoperasikan komputer maupun situs-situs yang ada di internet itu sendiri.
d. Banyak kebohongan yang terdapat dalam penggunaan media terlebih media virtual karena tidak dapat melihat gerak-gerik maupun gesture yang diungkapkan dalam non verbal dari lawan bicaranya dan pesan yang disampaikan tidak dapat sepenuhnya dipertanggungjawabkan karena tidak ada bukti yang otentik.
e. Etika dan Norma yang minim yaitu sering adanya komentar yang kurang baik dan saling terjadi pertentangan dan perdebatan  yang biasanya tentang SARA  itu sering terjadi dalam beberapa situs.
f. Kurang terjamin nya komitmen yaitu sring terjadi ingkar janji  di dalam suatu hubungan perjanjian di internet.
g. Adanya Identitas Palsu, seperti yang kita lihat sekarang banyak sekali orang yang memalsukan identitasnya. Dalam kata lain dia tidak menjadi dirinya sendiri. Seperti dalam facebook ataupun twitter dan jejaring sosial lainnya.

Perilaku Negatif dalam Interpersonal online-relation.

1)  Kebebasan mengakses situs-situs buruk (situs porno)
Dengan kemudahan akses dalam berinternet, banyak situs-situs yang secara sengaja atau tidak sengaja terdapat banner atau iklan yang menampilkan gambar porno. Hal ini terkadang dapat di lihat oleh netter yang masih muda atau belum cukup umur, jika pc mereka tidak di-protect oleh orang tua mereka.
2)  Perilaku negatif yang menimbulkan sikap SARA
Kurang adanya norma dan etika ketika kita berkomunikasi bisa saja menimbulkan ucapan atau sikap yang nantinya akan merujuk kepada arah yang menyinggung suku, agama, atau ras. contohnya akun yang berisi pro dan kontra tentang suatu agama dalam jejaring sosial.
3) Cyber Cheating atau perselingkuhan virtual. ketika seseorang yang secara nyata memiliki pasangan di dunia nyata, mereka bisa memiliki pasangan juga di dunia maya.seperti  ada seorang lelaki yang sudah beristri ia mengunakan nama samaran dan menuliskan dalam statusnya dia single dan tertarik untuk memiliki pasangan dan akhirnya iapun mencari wanita dan melakukan perselingkuhan tanpa di ketahui istrinya dan keluargannya.
4) Cyber Flirting adalah merayu atau menggoda yang dilakukan dalam dunia maya. Dikategorikan negatif karena terkadang si penggoda tidak menggunakan bahasa yang baik atau bahkan si penggoda ini adalah penyamar pada suatu akun.  Banyak kasus yang melakukan pemalsuan nama atau mengunakan nama samaran, bahkan identitas palsu sehingga dapat menimbulkan masalah apalagi ia mengunakan akun seseorang (membajak) dan mengoda orang. Dan terkadang si pengoda juga mengunakan akun dirinya sendiri contohnya di jejaring sosial si pengoda dapat mengoda pasangan orang lain dangan  kata kata yang terkadang tidak wajar atau tidak baik yang nantinya akan menimbulkan masalah

Computer Supported Cooperative Work

Computer Supported Cooperative Work (Kekooperatifan kerja yang didukung oleh komputer) menurut Carstensen dan Schmidt merupakan kolaborasi aktifitas dan koordinasi yang didukung dengan sistem computer. CSCW adalah istilah umum dimana orang bekerja dalam kelompok yang memungkinkan penggunaan teknologi terkait jaringan komputer dan keterhubungannya dengan hardware, sofware, layanan dan teknik (Wilson, 1991). Pertama kali diciptakan oleh Irene Greif dan Paul M.Cashman pada tahun 1984, di sebuah workshop yang dihadiri oleh para peminat penggunaan teknologi untuk mendukung pekerjaan orang banyak.  Terdapat tiga dimensi dasar dalam CSCW diantaranya:
·         Awareness: mendapatkan pengetahuan yang dibagikan tentang kegiatan masing-masing individu
·         Articulation work: bekerjasama dalam pembagian kerja, setelah pekerjaan selesai dkerjakan disatukan kembali
·         Appropriation: beradaptasi dengan situasi normal dengan tata krama yang sesuai.

Matriks CSCW
Konsep CSCW yang paling umum dapat dilihat dari Matriks CSCW yang pertama kali diperkenalkan oleh Johanson pada tahun 1988, yang juga terdapat di Baecker (1995).Dua dimensi yang dipertimbangkan dalam matriks ini ialah: Yang pertama apakah kolaborasi terdapat di satu lokasi atau tersebar secara geografis? Yang kedua apakah individu terkolaborasi bersamaan (dalam waktu yang sama) atau tidak bersamaan (tidak tergantung pada suatu waktu).


Waktu yang sama di tempat yang sama
Interaksi bertatap muka
·         Di dalam suatu ruangan
·         Berbagi meja, terdapat display layar
·         Digital whiteboards
·         Electronic meeting systems
·         Single display groupware
·         Group Decision Support System

Waktu yang sama di tempat yang berbeda
Interaksi jarak jauh
·         Electronic meeting systems
·         Videoconferencing
·         Real-time groupware
·         Messaging (instant messaging, email, chat)
·         Telephoning

Waktu yang berbeda di tempat yang sama
Tugas berkelanjutan (tugas yang masih berjalan)
·         Kerja team
·         Display besar
·         Post-it
·         Warrooms

Waktu yang berbeda di tempat yang berbeda
Komunikasi+Koordinasi

·         Electronic meeting systems
·         Blog
·         Urutan kerja
·         Kontrol versi
Terdapat kolaborasi model lain yang tidak sesuai dengan matriks yang disebut dengan  multi-synchronous


Referensi:
http://hendrawira.blogspot.co.id/2014/11/psikologi-ketertarikan-interpersonal.html?m=1
Wikipedia

Disusun untuk memenuhi tugas softskill Psikologi & Teknologi Internet paper 2

Rianti Nurindah Kuwais
17515678
2PA13


Jumat, 01 Juli 2016

The Imitation Game Review: How all these cipher machine works?

Standard



The Imitation Game merupakan sebuah film yang menceritakan tentang kehidupan seorang pencetus computer Alan Turing. Cerita dengan latar waktu Perang Dunia II ini diawali dengan bergabungnya Alan Turing dalam tim kriptologis (pemecah sandi kode) yang mengemban misi memecahkan kode enigma milik Nazi Jerman di UK Government Code and Cipher School , Bletchey Park, Inggris. Alan Turing kemudian membuat Bombe Turing Machine sebagai alat pemecah sandi yang ditransmisikan oleh enigma.


Sekilas tentang Enigma

Enigma merupakan mesin rotor elektromekanis yang digunakan untuk mentransmisikan pesan rahasia yang dikembangkan oleh Jerman pada tahun 1920an. Enigma dikenal sebagai mesin transmisi sandi dengan tingkat enkripsi yang tinggi pada masanya. Hal ini dikarenakan perubahan berulang jalur listrik sambungan kabel dari keyboard ke panel lampu dengan menerapkan substitusi huruf yang diinput dengan beberapa huruf acak yang akan mengubah sebuah pesan menjadi sandi dan sebaliknya. Keyboard yang terdiri dari 26  huruf alphabet, panel lampu yang terdiri dari 26 huruf juga, 3 rotor, steker (plugboard), dan reflector.



Enigma pada masanya dianggap sebagai mesin tranmisi sandi yang tidak akan pernah bisa terpecahkan dikarenakan kompleksitas enkripsi pesan yang dilakukan mesin ini melalui 9 tahap pengacakan yang akan memunculkan huruf sandi yang jauh dari huruf sebenarnya. 




Bagaimana kinerja ‘’Bombe’’ itu sendiri?

Bombe merupakan mesin rotor elektromekanis yang bekerja berbanding terbalik dengan enigma. Dengan 159,000,000,000,000,000,000 kemungkinan pemecahan kode sandi menjadikan Bombe menerapkan perhitungan permutasi untuk menginterpretasikan substitusi acak yang dilakukan oleh plugboard. Terdiri dari 36 drum dengan formasi 12x3, 3 sebagai interpretasi dari 3 rotor pada enigma setiap drum mempunyai 4x26 plat penghantar arus untuk merepresentasikan 1 rotor enigma yang terdiri dari 26 seting alphabet. Lalu bagaimana mekanisme kerja Bombe sehingga dapat memecahkan sandi yang ditransmisikan enigma?
Selengkapnya dapat dilihat di review film the imitation game pada channel youtube saya terima kasih.

Disusun untuk memenuhi tugas paper XVI
Rianti Nurindah Kuwais
17515678
1PA14  

Kamis, 30 Juni 2016

Pengaruh Hormonal pada Siklus Reproduksi pada Wanita

Standard



A.    Pramenstrual
Pre Menstrual Syndrome (PMS) adalah sekumpulan gejala berupa gangguan fisik dan mental yang dialami 7-10 hari menjelang menstruasi dan menghilang beberapa hari setelah menstruasi. Beberapa teori tentang hormonal menyebutkan penyebab PMS dikarenakan ketidakseimbangan antara hormone estrogen dan progesterone. Gejala PMS seperti perubahan emosi yang lebih sensitive dan perubahan kondisi fisik seperti nyeri pada payudara, pusing, cepat lelah, atau kembung. Pada masa ini korpus luteum akan berdegenerasi dan berhenti memproduksi progesterone. Dengan menurunnya kadar progesterone dan estrogen karena tidak terjadinya pembuahan akan meluruhkan lapisan endometrium (dinding rahim) hingga menjadi darah menstruasi.
B.     Menstruasi
Menstruasi merupakan peristiwa luruhnya lapisan endometrium karena tidak adanya pembuahan sel telur. Siklus menstruasi tiap wanita berbeda-beda antara 22-35 hari, namun rata-rata selama 28 hari. Rasa sakit yang terjadi pada hari pertama menstruasi disebabkan kontraksi otot-otot endometrium guna mendorong dan mengeluarkan lapisan endometrium agar luruh menjdai darah menstruasi. Luruhnya lapisan endometriu dikarenakan kadar estrogen dan progesterone menurun. Pada fase ini FSH sedikit meningkat dan memicu berkembangnya folikel dalam ovarium. Dari beberapa folikel yang berkembang hanya satu yang akan terus berkembang dan akan memproduksi estrogen. Jadi saat awal menstruasi kadar estrogen rendah karena folikelnya ikut luruh bersama lapisan endometrium namun akan meningkat seiring berkembangnya folikel.

C.    Ovulasi (Kehamilan)
Pada masa praovulasi (sebelum pembuahan), endometrium yang luruh akan mulai menebal lagi, saat lapisan endometrium mulai menebal walau masih tipis, saat ini akan memudahkan sperma masuk ke dalam rahim. Masa ovulasi (pembuahan) tiap wanita berbeda-beda ada yang mengatakan kalau saat 14 hari sejak siklus pertama tapi hal tersebut tidak dapat menjadi acuan karena siklus menstruasi tiap wanita berbeda-beda.

D.    Menopause
Menopause adalah penghentian permanen menstruasi dan reproduksi wanita. Saat menopause produksi hormone estrogen menurun dikarenakan folikel/sel telur habis di dalam ovarium. Penurunan hormone estrogen memunculkan berbagai gejala pada masa menopause. Penurunan hormone progesterone secara bertahap dan produksi folikel dalm ovarium menurun sehingga tidak bisa dibuahi lagi menyebabkan siklus mestruasi terhenti dan tidak bisa hamil lagi.




Berikut beberapa hormone reproduksi wanita beserta kegunaannya:


·         Estrogen
Hormon yang diproduksi pada ovarium ini sangat berperan di dalam tubuh, terutama pada ovulasi dalam siklus reproduksi wanita. Hormon ini juga berperan pada perubahan tubuh remaja dalam masa pubertas serta terlibat dalam pembentukan kembali lapisan rahim setelah periode menstruasi.

·         Progesteron
Hormon ini bekerjasama dengan estrogen guna menjaga siklus reproduksi dan menjaga kehamilan. Sama dengan estrogen, progesteron juga diproduksi di ovarium dan berperan dalam penebalan dinding rahim.

·         GnRH (Hormon pelepas gonadotropin) 
Diproduksi oleh otak, hormon ini membantu memberikan rangsangan pada tubuh untuk menghasilkan hormon perangsang folikel dan hormon pelutein.

·         LH (Hormon Pelutein) 
Sel telur dan proses ovulasi dihasilkan oleh ovarium berkat rangsangan dari hormon ini.

·         FSH (Hormon perangsang folikel) 
Hormon ini membantu sel telur di dalam ovarium matang dan siap untuk dilepaskan. Hormon ini diproduksi di kelenjar pituitari pada bagian bawah otak.


Disusun untuk memenuhi tugas Paper XV
Rianti Nurindah Kuwais
17515678
1PA14

Selasa, 28 Juni 2016

Kulit sebagai Indera Peraba

Standard




Kulit sebagai indera peraba yang dapat merasakan gerakan mekanik (mekanoreseptor), suhu (thermoreseptor), dan rasa nyeri, semua stimulasi taktil yang dipersepsi oleh tubuh dikarenakan adanya berbagai macam reseptor di dalam kulit kita seperti corpus pacini (tekanan), corpus rufini (panas), end krause (dingin), corpus meisner & merkel disc (sentuhan), dalam mendeteksi gerakan mekanik atau mekanoreseptor dan kinestetic melibatkan reseptor pacini, merkel disc, meisner dan rufini membentuk persepsi haptic. 



Persepsi haptic merupakan persepsi dalam mengenali dan meraba objek, menyeimbangkan postur tubuh, merasakan tekstur makanan, memperkirakan berat benda d.s.b.  Dari keempat mekanoreseptor tersebut meisner dan rufini merupakan reseptor yang paling cepat beradaptasi sedangkan merkel dan pacini yang agak lambat beradaptasi. Stimulus corpus rufini didapat dari peregangan lapisan penyelubungnya sehingga stimulus terus dihantarkan sampai tidak lagi meregang. Sedangkan pada corpus pacini stimulus didapat dari getaran yang menggerakkan reseptor seperti tombol “on” “off”.
Selain itu kulit juga dapat mendeteksi suhu (thermoreseptor), dengan corpus end krause sebagai reseptornya yang terletak hanya disebagian tempat seperti konjungtiva mata, dinding mukosa bibir dan lidah, dan terdapat pula di alat genital manusia. Bila saraf disuatu bagian kulit dipanasi atau didinginkan akan timbul potensial aksi, bila suhu reseptor lebih rendah dari dendrit maka akan timbul potensial generator sehingga menyebabkan rasa dingin, sebaliknya jika suhu reseptor lebih tinggi dari dendrit maka akan terasa panas.



Dalam persepsi haptic hal yang memengaruhi diantaranya pertama dari segi objek: kelengkungan, lekukan, bentuk, ukuran, panjang, lebar dari segi spatial: kedekatan dan kemiripan, serta pengulangan yang sesuai. Walau tanpa melihat objek, individu dapat mengenali objek dengan mata tertutup dikarenakan proses persepsi haptic dan persepsi visual di dalam otak sama-sama aktif pada bagian otak yang sama untuk membentuk suatu persepsi benda, yaitu di bagian lobus parietal dan lobus oksipital, sehingga tanpa melihat pun orang buta dapat mengetahui bentuk-bentuk benda. Namun jika primary somatosensory cortex-nya bermasalah maka penderita akan sulit mengidentifikasi bentuk yang dipegang olehnya.



Disusun untuk memenuhi tugas paper 14
Rianti Nurindah Kuwais
17515678
1PA14

Percobaan Pendengaran dengan Tes Rinne dan Weber

Standard

      Saraf kranial VIII (saraf akustikus/vestibulokoklearis) mempunyai dua komponen, yaitu koklea untuk pendengaran dan vestibula yang berperan dalam keseimbangan. Agar bunyi dapat didengar, bunyi harus ditransmisikan ke koklea. Transmisi ini terjadi dengan cara meningkatkan getaran di ossicle (maleus, incus, stapes) di telinga bagian tengah, melalui koklea, terjadi kompresi rongga telinga bagian dalam sehingga merangsang serabut pendengaran dari organ korti untuk meneruskannya ke inti koklea di pons kemudian diproses di lobus temporalis. Koklea dapat menangkap rangsangan bunyi dikarenakan adanya perambatan bunyi. Untuk setiap gelombang bunyi memiliki kecepatan rambat bunyi yang berbeda-beda. Kecepatan rambat bunyi ini tergantung pada frekuensi bunyi, semakin besar frekuensi, semakin besar pula efek yang dirasakan koklea, dan semakin kecil kecepatan rambat bunyi. Cepat rambat bunyi di udara ± 343 m/s menyebabkan bunyi lebih cepat merambat diudara, jika bunyi merambat di media padat maka ada kemungkinan media tersebut dapat meredam bunyi dikarenakan adanya rapat massa benda.





Normalnya, bunyi ditransmisikan ke koklea melalui udara di luar telinga hingga ke tulang stapes (sanggurdi) proses penghantaran ini disebut konduksi melalui udara (aerotymponal). Getaran yang merambat melalui tulang tengkorak juga dapat didengar, fenomena ini disebut dengan konduksi melalui tulang (craniotymponal). Dalam hal ini, untuk mengetes kemampuan pendengaran seseorang dapat dilakukan tes Rinne dengan menggunakan garputala c 2048 dipakai untuk memeriksa ketajaman pendengaran terhadap nada tinggi, dikarenakan pada orang tua dan tuli persepsi akan kehilangan pendengaran terhadap nada tinggi. Penurunan pendengaran pada usia muda dapat mengindikasikan adanya infeksi, trauma atau otosklerosis sangat jarang akibat lesi batang otak, talamus, atau kortikal. Sedangkan pada orang tua bisa disebabkan penyakit vaskuler (masalah di pembuluh darah) dan pada semua usia bisa disebabkan  intoksifikasi obat-obatan.



Disusun untuk memenuhi tugas paper 13
Rianti Nurindah Kuwais
17515678
1PA14

Sabtu, 04 Juni 2016

Perpustakaan Nasional

Standard
Perpustakaan Nasional Republik Indonesia

Jika sebelumnya saya telah mereview perjalanan ke PP IPTEK TMII sekarang saya akan mereview Perpustakaan Nasional Republik Indonesia. Latar belakang penulisan ini tidak jauh beda dengan yang sebelumnya yaitu untuk memenuhi tugas mata kuliah Matematika dan Ilmu Alamiah Dasar.

Jadi letak Perpusnas ini  tepatnya di Jl. Salemba Raya dekat Kampus C Gunadarma tapi kayak disebrangnya gitu, tapi kalau naik angkutan jangan lupa ambil jalur yang ke Salemba Carolus ya bukan Salemba UI. Kalau naik KRL bisa turun di Stasiun Cikini nyebrang lanjut naik Kopaja 502 jurusan kampung melayu-tanah abang. Nah kalau mau ke Perpusnas ini harus pagi ya soalnya takut kena macet dan takut Perpusnasnya tutup jadi jangan sampe gara-gara kesiangan udah jauh-jauh gabisa baca buku kan sayang~~.

Tampak depan Perpusnas yang besar banget gedungnya nah pas awal masuk agak bingung gitu jadi memang disini ada 4 gedung *katanya* tapi letak perpusnya di gedung C.

 


Pertama kali masuk ke dalam kita akan disambut oleh replika buku yang besar banget, nah sebelum memasuki perpusnas kami harus mendaftar keanggotaan dulu,pertama itu daftar online gitu kalau sudah nanti bakalan dipanggil buat foto, pembuatan kartu keanggotaannya itu ga dipunggut biaya alias gratis, nah setelah kartu keanggotaan udah ditangan baru deh kita bisa baca buku di perpustakaan yang letaknya di lantai 2.




Tapi sebelum baca buku harus mengisi buku tamu dulu dan menitipkan tas dan bawaan ke loker dengan jaminan KTM.





Karena Perpusnas Salemba ini sistemnya perpustakaan online jadi sebelum membaca buku kita harus melihat katalog buku di komputer untuk membookingnya. Yang tertera di katalog buku online itu ada jenis bahan (gatau jenis bahan apa hehehe), cover buku, judul, pengarang, penerbit, tahun terbit, nomer panggil, dan letak buku tersebut ada di lantai berapa dan jumlah item bukunya ada berapa. Jika sudah selesai membooking buku kita diminta untuk menuliskan judul, pengarang, tahun terbit, nama kita, nomer keanggotaan, dan nomer panggil yang tadi ada di komputer.





Di ruang membaca itu suasananya khidmat gitu jadi usahakan untuk tidak berisik yaa, kita bisa membaca buku di beberapa meja dan kursi yang ditata berada di tengah ruangan, ruangannya nyaman jadi enak buat baca-baca buku sambil ngadem hehehe


Jumat, 03 Juni 2016

Psikologi Faal: Sistem Saraf Pusat (Otak)

Standard

Sistem Saraf Pusat : Otak
Sistem Saraf pusat merupakan unit kontrol tubuh yang terdiri dari otak, batang otak, dan ruas tulang belakang. Otak dibagi menjadi tiga bagian: ada hindbrain, midbrain, forebrain. Batang Otak yang menghubungkan otak dengan tulang belakang. Lalu ada tulang belakang yang terdiri dari 21 ruas yang akan menghubungkan sistem saraf pusat dengan sistem saraf tepi. Kali ini saya akan membahas salah satu bagian dari sistem saraf pusat yaitu otak.

Otak

A.      Jaringan Pelindung
Secara keseluruhan otak dilindungi oleh tengkorak sedangkan sumsum tulang belakang oleh tulang belakang. Setelah tulang tengkorak terdapat lapisan yang melindungi otak yang disebut mening (tunggal) atau meninges (banyak)
1.       Meninges
Melapisi sistem saraf pusat baik otak maupun susmsum tulang belakang, terdiri dari 3 lapisan:
⁻          Duramatter
Lapisan paling luar, keras dan tidak dapat diregangkan
⁻          Arachnoid
Berbentuk seperti jaring laba-laba, terletak dibawah duramatter, terdapat rongga cavum sub arachnoid antara lapisan arachnoid dan piamatter yang berisi pembuluh darah dan CSF (cairan cerebro spinal)
⁻          Piamatter
Menempel langsung dengan otak, mengikuti bentuk lekuk otak


 

2.       Sistem Ventrikulus
Merupakan ruangan di otak yang saling berhubungan satu sama lain dan berisi CSF (Cerebro Spinal Fluid).  Cerebro Spinal Fluid merupakan cairan otak yang diproduksi oleh sel ependym yang menyusun plexus choroideus pada ventrikel lateral berfungsi sebagai shock absorbent dan meringankan berat otak. Jalur sistem ventikulus pada ventrikel lateral:
Hemispher dexter dan sinatria à Foramen interventrikular à 3rd ventrikel à Aquaductus mesenchepali à Ventrikel quartus à Cavum sub arachnoid

B.      Jaringan Pendukung
1.       Astroglia
2.       Oligodendroglia

C.      Struktur Utama Otak




1.       Forebrain
a.       Telenchepalon (Cerebrum)
Bagian terbesar dari otak manusia dibentuk oleh sepasang hemispher kiri dan kanan. Terdiri dari 3 bagian:
⁻          Cortex
Lapisan terluar dari otak, berwarna lebih gelap karena mengandung badan sel saraf. Membentuk lipatan (gyrus) dan adaya lekukan (sulcus) yang membagi korteks menjadi 4 lobus utama:
o   Lobus Frontal: Pusat motorik
o   Lobus Parietal: Pusat somatosensoris
o   Lobus Temporal: Pusat pendengaran
o   Lobus Occipital: Pusat penglihatan

⁻          Sistem Limbik
Berperan dalam perilaku bermotivasi seperti emosi, memori (Fleeing, Feeding, Fighting, aktifitas seksual). Terdiri atas:
o   Gyrus Hypocampus
o   Corpus Amygdala
o   Gyrus Cingulate
o   Fornix

⁻          Basal Ganglia
Berfungsi dalam proses pengendalian gerak. Penyakit parkinsons mengindikasikan adanya kerusakan pada bagian ini. Dibentuk oleh:
o   Globus Palidus
o   Corpus Amygdala
o   Nucleus Caudatus
o   Putamen

b.      Dienchepalon
Letak mengelilingi 3rd ventrikel
⁻          Thalamus
Menerima impuls sensorik dan menghubungkannya ke bagian korteks yang sesuai (RELAY). Mengandung projection fiber merupakan serat proyeksi yang memproyeksikan impuls ke otak. Dibagi menjadi 3 jenis kumpulan saraf:
o   CGL: berkaitan dengan proses visual
o   CGM: berkaitan dengan proses mendengar
o   VPL: berkaitan dengan fungsi somatosensori
⁻          Hipothalamus
Mengatur sistem saraf otonom dan sistem endokrin.

2.       Midbrain (Mesenchepalon
Merupakan salah satu penyusun batang otak
a.       Tectum
Colliculli Superior: Visual
Colliculi Inferior: Auditori
b.      Tegmentum
ARAS= untuk pusat kesadaran

3.       Hindbrain
a.       Metenchepalon
⁻          Pons
Bagian batang otak yang berisi traktus ascending maupun descending
⁻          Cerebellum (Otak kecil)
Sebagai koordinasi gerak motorik yang menerima informasi visual, auditorik, sensorimotor, dan propioceptif
b.      Myelenchepalon
⁻          Medulla oblongata (sumsum lanjutan)

Sistem saraf otonom dan Gerak involunter


Disusun untuk memenuhi tugas PAPER XII
Rianti Nurindah Kuwais
17515678