Kamis, 02 Juni 2016

Pembelahan Sel

Standard
Pengenalan Macam Pembelahan Sel


Pembelahan sel merupakan suatu proses yang membagi satu sel induk menjadi dua atau lebih sel anak. Pembelahan sel bertujuan agar reproduksi dan embriogeness dapat berkelanjutan dalam siklus yang berulang/berlanjut (proliferasi). Pembelahan sel pada prokariotik yang tidak memiliki inti sel disebut pembelahan biner  sedangkan pembelahan sel pada eukariotik ada dua jenis, mitosis dan meiosis dalam dua siklus fase yang fungsional fase interfase dan mitosis. Berikut perbedaan jenis pembelahan sel:


·         Pembelahan Biner
Pembelahan ini merupakan yang paling sederhana karena terjadi di tingkat mahluk yang sederhana (prokariotik). Bertujuan untuk kepentingan reproduksi. Sel yang dihasilkan adalah sel anak yang memiliki otonomi sendiri. Tahapannya DNA bereplikasi menjadi dua sel anakan lalu membentuk sekat untuk pembelahan sel sehingga terjadilah sitokinesis dengan hasil dua sel anakan.

·         Pembelahan Mitosis
Proses pembelahan sel menjadi dua sel anak yang identik dengan induknya. Jumlah kromosom diploid (2n) tetap menjadi diploid. Terdiri dari lima fase, profase,metafase, anafase, telofase, sitokinesis. Berikut ringkasan informasinya:
§  Tempat: Sel  tubuh (autosom)
§  Tujuan : Pertumbuhan
§  Ploidisasi: ninduk=nanak
§  Sebelum pembelahan dimulai terjadi interfase

·         Pembelahan Meiosis
Proses pembelahan sel yang mengurangi jumlah kromosom dari diploid (2n) menjadi haploid (n). Dibagi menjadi dua bagian, meiosis 1 dan meiosis 2 setiap bagian memiliki 5 fase, profase, metafase, anafase, telofase, dan sitokinesis. Berikut ringkasan informasinya:
§  Tempat: Sel gamet (genosom)
§  Tujuan: membentuk gonad (sel kelamin)
§  Ploidisasi: ninduk=2nanak
§  Tidak ada interfase antara meiosis 1 dan meiosis 2

Pembelahan Sel Eukariotik dan Siklus Fase Pembelahannya
Seperti telah dikemukakan diatas, pembelahan sel eukariotik terjadi dalam dua siklus fase fungsional interfase dan mitosis, sedangkan jenis pembelahan sel itu sendiri dibagi menjadi dua pembelahan mitosis (autosom) dan meiosis (genosom). Terdapat 3 gerbang checkpoint yang terletak di gerbang masuk sebelum fase sintesis, sesudah fase sintesis dan di sub fase mitosis yaitu metafase.


·         Interfase
Merupakan fase terpanjang dalam siklus pembelahan terdiri dari 3 subfase: S (Sintesis), G1 (Gap Pertama), G2 (Gap Kedua), G0 (Gap Nol, istirahat).
a.       G0
Sel pada fase ini tetap melakukan metabolisme aktif namun tidak melakukan proliferasi aktif. Sel akan berada pada fase G0 jika ia berada terlalu lama pada G1 sehingga sel pada fase ini dapat memasuki siklus fase atau tetap berada di G0 sampai apoptosis (kematian sel yang telah diprogram).
b.      G1
Sel yang telah memasuki fase ini akan melakukan persiapan untuk memasuki fase sintesis (replikasi DNA) dengan mensintesis protein dan enzim untuk replikasi DNA, interval fase ini bervariasi mulai dari 6 jam sampai beberapa hari. Dalam fase ini sel mulai tumbuh terjadi pertambahan volume sel dan duplikasi organel sitoplasma kecuali kromosom. Di akhir fase ini terdapat gerbang menuju fase sintesis sebagai tempat checkpoint pertama apakah sel sudah mensintesis protein yang cukup untuk fase sintesis? Jika belum sel akan kembali ke G0 (istirahat)
c.       S (Sintesis)
Terjadi replikasi DNA, interval waktu umumnya 8 jam hasil replikasi kromosom akan menjadi dua kromatid, terdapat gerbang kedua di akhir fase ini untuk mengecek apakah replikasi DNA sudah benar? Jika sudah sel akan memasuki fase G2
d.      G2
Pada fase ini sel bersiap memasuki fase M (Mitosis), aktifitas sel mengontrol pembentukan enzim dan protein sebagai persiapan memasuki fase M (Mitosis)

·         Mitosis



Pada fase ini terjadi pembelahan sel yang berlangsung kurang lebih selama 1 jam, terbagi menjadi beberapa subfase: profase, metafase, anafase, telofase, sitokinesis. Pada Metafase terdapat gerbang checkpoint untuk mengecek apakah kromosom telah terikat pada benang spindel dan dalam tensi bipolar? Jika iya maka maka fase akan berlanjut hingga selesai.



Disusun untuk memenuhi tugas PAPER V
Rianti Nurindah Kuwais
17515678

Metabolisme Sel

Standard
Metabolisme sel adalah reaksi biokimia di dalam sel yang memungkinkan suatu organisme untuk merespon, mengekstrak energi, tumbuh, berkembang biak serta mempertahankan dirinya. Metabolisme dibagi menjadi dua: katabolisme dan anabolisme.

·         Katabolisme
Reaksi pemecahan senyawa kimia kompleks menjadi senyawa kimia yang lebih sederhana. Reaksi katabolisme termasuk reaksi eksoterm karena dalam reaksi ini terjadi pembebasan energi kalor. Katabolisme dibagi menjadi dua reaksi:
§  Respirasi (aerob)
C6H12O6 + 6 O2 à 6 H2O + 6 CO2 + Energi (688 kkal) (38 ATP)


Respirasi glukosa melalui 3 tahapan: glikolisis, siklus kreb, transpor elektron.

a.       Glikolisis
Proses pemecahan glukosa menjadi dua molekul asam piruvat dengan reaksi biokimia menghasilkan ATP dan NADPH. Dibagi menjadi dua fase:
§  Fase Investasi Energi
§  Fase Pembayaran Energi


b.      Dekarboksilasi Oksidatif
Merupakan reaksi penghubung (junction) antara glikolisis dengan siklus krebs. Saat memasuki mitokondria melalui transpor aktif, piruvat hasil dari glikolisis harus diubah menjadi asetil koenzim A sebelum memasuki siklus krebs. Proses ini, yang merupakan persambungan antara glikolisis dengan siklus krebs diselesaikan oleh suatu kompleks multienzim yang mengkatalis tiga reaksi


c.       Siklus Kreb
Disebut juga siklus asam sitrat. Memiliki delapan langkah pengubahan dengan katalis dari enzim khusus. Pemberian nama siklus disebabkan pada tahap ke delapan terjadi regenerasi (pembentukan kembali) oksaloasetat.


d.      Transpor Elektron
Rantai transpor elektron merupakan sekumpulan molekul yang tertanam di dalam lipatan membran (kristae) di dalam setiap mitokondria.


§  Fermentasi (anaerob)
a.       Fermentasi Asam Laktat
C6H12O6 à 2 C2H5OCOOH + Energi (2 ATP)

b.      Fermentasi Alkohol
C6H12O6 à 2 C2H5OH + 2CO2 + 2 NADPH + Energi (2 ATP)

c.       Fermentasi Asam Cuka
C6H12O6 à 2 CH3COOH + H2O + Energi (116 kkal)

·         Hubungan antara Katabolisme karbohidrat, katabolisme protein, dan katabolisme lemak

§  Katabolisme karbohidrat
⁻          Pati dihidrolisis menjadi glukosa, lalu diurai dalam proses glikolisis dan siklus krebs
⁻          Glikogen (gula otot) dan polisakarida yang telah disimpan di hati dan otot dapat dihidrolisis menjadi glukosa untuk bahan respirasi
§  Katabolisme protein
Protein dicerna menjadi asam amino, asam amino dapat digunakan untuk membangun protein baru dan kelebihan asam amino dapat diubah oleh enzim menjadi senyawa intermediet pada proses glikolisis dan siklus krebs. Sedangkan gugus aminonya dibuang dalam proses deaminasi melalui urea, amonia, atau produk sisa lain.
§  Katabolisme lemak
Lemak dicerna menjadi gliserol dan asam lemak, diubah menjadi intermediet pada glikolisis. Dalam oksidasi beta mengurai asam lemak menjadi fragmen berkarbon dua yang masuk ke dalam siklus krebs sebagai asetil koenzim A



·         Anabolisme
Reaksi penyusunan senyawa kimia lebih sederhana menjadi senyawa kimia yang lebih kompleks. Reaksi anabolisme termasuk reaksi endoterm karena dalam reaksi ini memerlukan energi kalor. Anabolisme dibagi menjadi dua:
§  Fotosintesis
12 H2O + 6CO2 à C6H12O6 + 6O2
⁻          Reaksi terang
Terjadi di granula, reaksi yang terjadi:  2H2O à 2NADPH + O2
⁻          Reaksi gelap
Terjadi di stroma, reaksi yang terjadi:
CO2 + 2NADPH + O22H2O à  NADP + 1 H2 + CO + O + O2

§  Kemosintesis
Anabolisme dengan reaksi kimia.
⁻          Sintesis Lemak
 
⁻          Sintesis Protein


Protein diubah dengan bantuan protease menjadi asam amino



Disusun untuk memenuhi tugas PAPER IV
Rianti Nurindah Kuwais
17515678

Rabu, 01 Juni 2016

Jadwal Piket Organ Tubuh Manusia

Standard
Selama hidupnya manusia seringkali menjadwalkan aktifitas kesehariannya. Penjadwalan aktifitas dilakukan untuk mengatur berbagai kegiatan agar tidak bentrok sehingga manusia akan lebih produktif dan maksimal untuk menunjang kehidupannya. Hal ini tidak hanya berlaku pada aktifitas keseharian manusia saja tapi organ-organ penyusun tubuh manusia juga memiliki jadwal kerjanya atau jam piket yang pastinya jika kita menyesuaikan kegiatan kita dengan jam piket tubuh akan memaksimalkan produktifitas aktifitas kita. Jadi mari kita simak jadwal jam kerja dan istirahat organ tubuh kita:


LAMBUNG
Jam 07.00 – 09.00
Jam piket organ lambung sedang kuat, sebaiknya makan pagi untuk proses pembentukan energi tubuh sepanjang hari. Minum jus atau ramuan sebaiknya sebelum sarapan pagi, perut masih kosong sehingga zat yang berguna segera terserap tubuh.

LIMPA
Jam 09.00 – 11.00
Jam piket organ limpa kuat, dalam mentransportasi cairan nutrisi untuk energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam ini mengantuk, berarti fungsi limpa lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak,minyak dan protein hewani.

JANTUNG
Jam 11.00 – 13.00
Jam piket organ jantung kuat, harus istirahat, hindari panas dan olah
raga fisik, ambisi dan emosi terutama pada penderita gangguan pembuluh darah .
HATI
Jam 13.00 – 15.00

Jam piket organ hati lemah, bila orang tidur, darah merah berkumpul dalam organ hati dan terjadi proses regenerasi sel-sel hati. Apabila fungsi hati kuat maka tubuh kuat untuk menangkal semua penyakit.
PARU-PARU
Jam 15.00 – 17.00

Jam piket organ
paru-paru lemah, diperlukan istirahat, tidur untuk proses pembuangan racun dan proses pembentukan energi paru-paru.
GINJAL
Jam 17.00 – 19.00

Jam piket organ ginjal kuat, sebaiknya digunakan untuk belajar karena terjadi proses pembentukan sumsum tulang dan otak serta kecerdasan.

Kidney Mascot - csp15738507

LAMBUNG
Jam 19.00 – 21.00
Jam piket organ lambung lemah sebaiknya tidak mengkonsumsi
makan yang sulit dicerna atau lama dicerna atau lebih baik sudah berhenti makan.
LIMPA
Jam 21.00 – 23.00

Jam piket organ limpa lemah, terjadi proses pembuangan racun dan proses regenerasi sel limpa. Sebaiknya istirahat sambil mendengarkan musik yang menenangkan jiwa, untuk meningkatkan imunitas.
JANTUNG
Jam 23.00 – 01.00

Jam piket organ jantung lemah. Sebaiknya sudah beristirahat tidur, apabila masih terus bekerja atau begadang dapat melemahkan fungsi jantung.
HATI
Jam 01.00 – 03.00

Jam piket organ hati kuat. Terjadi proses pembuangan racun/limbah hasil metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan fungsi hati tercermin pada kotoran dan gangguan mata.
Apabila ada luka dalam akan terasa nyeri.
PARU-PARU
Jam 03.00 – 05.00
Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi proses pembuangan limbah/racun pada organ paru-paru, apabila terjadi batuk,bersin-bersin dan berkeringat menandakan adanya gangguan fungsi paru-paru. Sebaiknya digunakan untuk olah nafas untuk mendapatkan energi paru yang sehat dan kuat.
USUS BESAR
Jam 05.00 – 07.00

Jam piket organ usus besar kuat, sebaiknya biasakan BAB secara teratur.


Setelah mengetahui jam kerja organ anda, apa yang kira-kira akan anda lakukan memaksimalkan kinerjanya dengan menyesuaikan dengan keseharian anda atau malah membebaninya dengan kegiatan yang tidak sesuai dengan kinerja organ? Jadi tunggu apalagi mulailah untuk hidup lebih sehat dari hari ini!!! 



Disusun untuk memenuhi tugas PAPER III
Rianti Nurindah Kuwais

17515678

Pengantar Biopsikologi: Transpor Membran Sel dan Proses pada Lisosom

Standard
a.       Transpor molekul pada membran sel
Membran sel yang bersifat selektif permeabel berfungsi sebagai penjaga kestabilan pH dan konsentrasi zat terlarut pada aktivitas enzimatik, membuang sisa metabolisme, memperoleh makanan dan ion-ion penting melalui interaksi terhadap sel lain dengan dua cara:
·         Pasif: difusi, osmosis
Difusi
Difusi merupakan perpindahan zat dari larutan berkadar tinggi ke larutan berkadar rendah sampai mencapai kesetimbangan. Pergerakan larutan berkaitan dengan gerak Brown dimana partikel zat cair atau gas akan bergerak secara terus menerus dan tidak pernah dalam keadaan statis. Pergerakan ini melalui lipida bimolekul melalui cara dialisis. Berikut senyawa yang berdifusi:
⁻         Molekul non polar kecil: O2, N2
⁻         Molekul polar kecil tidak bermuatan: H2O, CO2, urea, gliserol
⁻         Bermuatan dan mempunyai struktur dipolar: benzene
Difusi fasilitasi: perpindahan molekul dengan cara berikatan dengan protein integral sebagai alat transpor dan fasilitas perpindahan. Contoh: Laktosa dengan enzim permease.
Osmosis
Osmosis merupakan perpindahan air/pelarut dari larutan berkadar rendah ke larutan berkadar tinggi melalui membran semipermeabel. Ada dua lingkungan yang mempengaruhi osmosis yaitu:
⁻         Lingkungan Hipotonis
Pada tumbuhan air yang masuk ke dalam sel menyebabkan peningkatan tekanan turgor.
Pada sel darah merah dapat menyebabkan sel mengalami lisis (meletus)
⁻         Lingkungan Hipertonis
Pada tumbuhan air yang keluar dari sel menyebabkan plasmolisis.
Pada sel darah merah dapat menyebabkan sel mengerut.


·         Aktif: endositosis, eksositosis, transpor aktif
Endositosis
Proses pemasukan zat dari luar sel ke dalam sel. Endositosis dibagi menjadi dua:
⁻         Pinositosis: Proses pemasukan zat berupa cairan ke dalam sel
⁻         Fagositosis: (fago=makan) Proses pemasukan zat padat atau sel lain ke dalam tubuh sel.
Eksositosis
Proses keluarnya zat dari dalam sel. Biasanya dibawa oleh vesikel yang berisi sisa metabolisme atau senyawa seperti neurotransmitter.
Transpor aktif
Transpor melalui membran yang melawan kecenderungan gradien konsentrasi dengan menggunakan energi ATP. Transpor aktif dibagi menjadi dua:
⁻         Transpor aktif primer
Transpor memerlukan energi dalam bentuk ATP
⁻         Transpor aktif sekunder
Transpor bergantung pada potensial membran
Kedua jenis transpor sangat erat kaitannya karena transpor aktif primer akan menciptakan potensial membran  sehingga memungkinkan terjadinya transpor aktif sekunder.
b.      Proses pada Lisosom
Lisosom berupa kantong terikat membran yang berisi enzim hidrolitik yang berguna untuk mengontrol pencernaan intraseluler. Didalam lisosom terdapat 40 jenis enzim hidrolitik asam seperti protease, nuklease, glikosidase, lipase, fosfolipase, fosfatase atau sulfatase. Semua Enzim tersebut aktif pada pH 5. Fungsi utama lisosom adalah endositosis, fagositosis, autofagi. Lisosom terdapat pada eukariotik, pada tumbuhan organel ini disebut vakuola dengan fungsi tambahan menyimpan senyawa organik yang dihasilkan makanan.


·         Fungsi Endositosis
Masuknya makromolekul dari luar sel akan dibawa oleh vesikel kecil yang disebut endosom awal. Beberapa materi ada yang digunakan lalu dilepaskan ke sitoplasma ada yang tidak digunakan akan dicerna di endosom  lanjut yang telah berfusi dengan enzim hidrolitik lisosom. Pada endosom awal besar pH 6 sedangkan pada endosom lanjut pH-nya 5. Setelah itu materi dibuang melalui proses eksositosis.


·         Fungsi Autofagi
Autofagi merupakan pembuangan (pemakanan sendiri) organel bagian dari sel itu sendiri. Awalnya RE kasar akan menyelubungi organel yang akan dibuang dan membentuk autofagosom. Setelah itu autofagosom berfusi dengan enzim hidrolitik dari badan golgi menjadi lisosom.


·         Fungsi Fagositosis
Fagositosis merupakan proses pemakanan partikel ukuran besar dan mikroorganisme seperti bakteri, virus ke dalam sel. Pertama membran akan membungkus mikroorganisme atau partikel menjadi fagosom. Setelah itu fagosom akan berfusi dengan enzim hidrolitik dari badan golgi menjadi lisosom.




Disusun untuk memenuhi tugas PAPER II
Rianti Nurindah Kuwais
1PA14

Pengantar Biopsikologi: Struktur Sel dan Macamnya

Standard



Sel berasal dari bahasa latin cella yang artinya ruang kecil. Sel merupakan unit struktural dan unit fungsional terkecil yang menjadi satu kesatuan hereditas dalam pertumbuhan mahluk hidup. Sel ditemukan oleh Robert Hook pada tahun 1665.

  

 Struktur Sel
Sel terdiri dari beberapa  bagian yang memiliki fungsi tertentu sebagai berikut:
·         Membran sel
Melindungi bagian dalam sel, mengatur transpor zat dari luar ke dalam sel, bersifat semipermeabel yang akan menyeleksi zat-zat yang masuk ke dalam sel, interaksi seluler
·         Nukleus
Aktifitas sel, terutama sintesis protein, membran nukleus berperan dalam perpindahan materi antara inti sel dan sitoplasmanya. Anak inti merupakan tempat pematangan dan pembentukan RNA ribosomal
·         Sitoplasma
Tempat proses glikolisis, sintesa asam  lemak, nukleotida (pada prokariot) dan asam amino.
·         Mitokondria
Tempat respirasi sel yang menghasilkan banyak energi, sebagai tempat penyimpanan ion kalsium dalam sel (granul)
·         Ribosom
Tempat sintesa protein, ada yang menempel di RE (RE kasar) dan ada yang bebas
·         Retikulum endoplasma
Penghubung selaput luar inti dengan sitoplasma sehingga menjadi penghubung materi genetik antara inti sel dengan sitoplasma.
RE kasar: transpor protein yang disintesis di dalam ribosom
RE halus: biosintesis fosfolipid, glikolipid dan sterol. Sekresi hormon steroid, menyimpan  ion kalsium dalam sisterna, berperan dalam detoksifikasi hati.
·         Badan Golgi
Alat transpor materi ke luar sel, sekresi zat, pemrosesan protein dan molekul lain yang akan dibawa ke luar sel atau ke membran sel.
·         Lisosom
Pencernaan intrasel, berperan dalam perombakan/pencernaan organel sel yang telah tua (autofagi), tempat pembentukan enzim pencernaan.
·         Peroksisom
Peroksisom mengandung beberapa macam enzim oksidase dan katalase. Enzim tersebut berperan dalam pembentukandan pembongkaran hidrogen peroksida (H2O2). Peroksisom juga berperan dalam merombak asam lemak yang tersimpan dalam biji menjadi glukosa untuk proses perkecambahan.
·         Vakuola
Pada tumbuhan:
Sebagai tempat penyimpanan bahan makanan, tempat penimbunan ampas metabolisme, tempat penyimpanan pigmen, tempat penyimpanan air, bertindak   sebagai lisosom waktu se masih hidup.
Pada hewan:
Vakuola kontraktil: sebagai alat ekskresi
Vakuola nonkontraktil: tempat pencernaan makana n
·         Membran Intraseluler
Membungkus organel subsel dan membentuk sistem endomembran, interaksi interseluler yaituu protein-protein membran sel dan glikoprotein sebagai perantara sel untuk berinteraksi
·         Mikrofilamen
Pergerakan sel seperti terjadinya aliran sitoplasmapada sel tumbuhan (siklosis), dan berperan dalam terjadinya gerak amoboid pada protozoa
·         Filamen Intermediet
Menyokong sel dan inti sel, pada sel epitel filamen intermediet membentuk anyaman  yang berfungsi untuk menahan tekanan dari luar
·         Mikrotubul
Penyusun organel seperti silia, flagela dan sentriol (mikrotubulus stabil), pembentuk gelendong pembelahan (mikrotubulus labil), kerangka dalam menentukan bentuk sel untuk transfer molekul di dalam sel (sitoplasmik)
·         Sentriol
Bahan pembentuk silia dan flagela, sentriol akan bergabung dan berubah menjadi sentrosom saat proses pembelahan sel terjadi.

b.      Macam-macam sel

Berdasarkan adanya inti sel:

·         Prokariotik (tidak memiliki membran inti sel)
Termasuk kedalamnya organisme uniseluler golongan monera seperti arkaebacteria, sianobakteria, membran sel tersusun atas senyawa peptidoglikan, susunan kromosom sirkuler
·         Eukariotik (memiliki membran inti sel)
Termasuk ke dalamnya organisme multiseluler golongan protista, fungi, plantae, animalia, protozoa, membran sel tersusun atas senyawa fosfolipid, susunan kromosom linear.

Berdasarkan keadaan kromosom dan fungsinya:
·         Sel Somatis
Sel yang menyusun tubuh dan bersifat diploid
·         Sel Germinal

Sel kelamin  untuk reproduksi yang bersifat haploid







Disusun untuk memenuhi tugas PAPER I
Rianti Nurindah Kuwais
17515678